17 Agustus 2026 · Lapangan RW 18
Dibaca 28 kaliSemarak HUT RI ke-81, Warga RW 018 Gelar Upacara Bendera dan Lomba Lingkungan
Ditulis oleh Ketua RW 18
Bekasi, Videls.my.id – Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa meriah di lingkungan RW 018. Warga dari tiga RT di wilayah tersebut berkumpul dan terlibat dalam rangkaian hajatan akbar tahunan yang digelar untuk memperingati kemerdekaan Indonesia.
Di bawah kepemimpinan Ketua RW 018, Giyato, kegiatan peringatan HUT RI kembali digelar dengan melibatkan seluruh warga dari RT 001, RT 002 dan RT 003. Rangkaian kegiatan tahun ini diketuai oleh Dwi Riyanto, dengan MC Caredi yang memandu berbagai acara.
Wilayah RT 001 dipimpin oleh Budi Irawan, RT 002 oleh Setyo Budi, dan RT 003 oleh Budi Basuki. Ketiganya turut berperan dalam mengkoordinasikan kegiatan dan partisipasi warga di masing-masing lingkungan.
Hajatan Akbar Warga RW 018
Peringatan HUT RI ke-81 di RW 018 bukan hanya berupa upacara bendera. Sejumlah kegiatan telah disiapkan untuk mengajak seluruh warga mengambil bagian dalam perayaan kemerdekaan.
Rangkaian acara tersebut meliputi Malam Tirakatan/Tasyakuran, Upacara Bendera, Lomba Lingkungan, serta Malam Puncak Kreativitas dan Pentas Seni.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi warga untuk mempererat silaturahmi, membangun kekompakan, serta menumbuhkan semangat gotong royong dalam menjaga dan memperindah lingkungan.
Malam Tasyakuran Diisi Wayang Kulit
Rangkaian kegiatan diawali dengan Malam Tirakatan atau Tasyakuran pada Minggu, 16 Agustus 2026, mulai pukul 20.00 hingga 23.00 WIB.
Acara dibuka oleh Ketua RW 018, Giyato. Setelah pembukaan, warga disuguhkan pertunjukan budaya wayang kulit yang didalangi oleh Ki Bambang Asmoro, S.Sn., M.M.
Pertunjukan wayang tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga membawa pesan mengenai makna kemerdekaan dan bagaimana generasi saat ini seharusnya mengisi kemerdekaan yang telah diperjuangkan dengan penuh pengorbanan oleh para pahlawan.
Pesan tersebut disampaikan Ki Bambang Asmoro melalui lakon dan dialog dalam bahasa Jawa, yang sesekali diselingi dengan bahasa Indonesia. Dengan pendekatan budaya tersebut, pesan tentang perjuangan, nasionalisme dan tanggung jawab generasi penerus disampaikan secara lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.
Pesan utama yang disampaikan adalah bahwa kemerdekaan bukanlah akhir dari perjuangan. Setelah para pahlawan berjuang dan gugur untuk merebut kemerdekaan, tugas generasi penerus adalah menjaga, mengisi dan memanfaatkan kemerdekaan tersebut dengan hal-hal yang positif.
Wayang kulit pun menjadi media untuk menghubungkan nilai-nilai perjuangan masa lalu dengan kehidupan masyarakat saat ini.
Kisah Perjuangan dan Doa Bersama
Setelah pertunjukan wayang kulit, acara dilanjutkan dengan kisah perjuangan yang disampaikan oleh Ustadz Ahmad Jainuri.
Melalui kisah tersebut, warga diajak kembali mengingat perjalanan panjang bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan. Perjuangan para pahlawan yang mengorbankan tenaga, pikiran, harta bahkan nyawa menjadi pengingat agar kemerdekaan tidak sekadar dirayakan secara seremonial.
Acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama. Doa dibacakan oleh Ketua RT 001, Budi Irawan, sebagai bentuk rasa syukur sekaligus penghormatan kepada para pahlawan yang telah gugur dalam perjuangan bangsa.
Suasana malam tasyakuran menjadi semakin khidmat ketika warga bersama-sama memanjatkan doa untuk bangsa Indonesia, para pahlawan, serta keselamatan dan kemajuan masyarakat.
Gotong Royong Warga Terlihat dari Lomba Lingkungan
Semangat kemerdekaan juga diwujudkan melalui Lomba Lingkungan yang digelar mulai 1 hingga 22 Agustus 2026.
Tahun ini, RW 018 menghadirkan konsep yang berbeda. Setiap gang di wilayah RW 018 diberi kesempatan untuk berkreasi dengan membuat dan menghias gapura serta mempercantik lingkungan masing-masing.
Dengan jumlah gang yang mencapai lebih dari 10 lokasi, suasana lingkungan RW 018 pun berubah menjadi semakin semarak.
Pembuatan gapura dimulai sejak 1 Agustus 2026. Warga secara bergotong royong membuat berbagai dekorasi bernuansa kemerdekaan dengan kreativitas masing-masing.
Tidak hanya menilai bentuk dan keindahan gapura, penilaian juga mencakup ketertiban gang, kebersihan, keindahan lingkungan, dekorasi 17-an, serta kreativitas dan keterlibatan warga.
Hasil kreativitas tersebut kemudian melahirkan berbagai bentuk gapura dengan karakter yang berbeda di setiap gang. Masing-masing lingkungan berusaha memberikan tampilan terbaik sekaligus menciptakan suasana yang mampu membangkitkan semangat kemerdekaan.
Penilaian dilakukan secara independen sebelum pelaksanaan malam tirakatan. Tim penilai terdiri atas Yusuf Safii Rukma, Hembang Nugraha, serta mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Bekasi Karawang.
Dana Terkumpul Rp 15.966.000
Kemeriahan kegiatan HUT RI ke-81 di RW 018 juga tidak terlepas dari dukungan masyarakat dan para donatur.
Hingga berita ini diturunkan, dana yang telah terkumpul mencapai Rp 15.966.000. Dana tersebut berasal dari para donatur dan masyarakat sekitar. Jumlah sebesar itu diungkapkan oleh Ghema Ismasari selaku Bendahara acara akbar ini. Dan laporan keuangan selalu diupdate di group WhatsApp Paitia Pitulasan RW 018.
Jumlah tersebut belum termasuk sumbangan berupa material maupun berbagai properti yang digunakan untuk mendukung kegiatan dan perlombaan.
Partisipasi tersebut menunjukkan tingginya kepedulian warga terhadap kegiatan lingkungan. Masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut berkontribusi dalam bentuk tenaga, dana, material, kreativitas maupun gagasan.
Upacara Bendera di Fasum Lapangan Videl Arena
Setelah Malam Tasyakuran, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Upacara Bendera pada Senin, 17 Agustus 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.
Upacara dilaksanakan di Fasum Lapangan Videl Arena RW 018 dan dihadiri oleh warga dari seluruh lingkungan RW 018.
Sejumlah warga dan mahasiswa KKN turut mengambil bagian sebagai petugas upacara. Berdasarkan susunan petugas, Rifky bertugas sebagai perwira upacara, sementara komandan upacara dipercayakan kepada Suhardjo.
Petugas lainnya berasal dari unsur warga dan mahasiswa KKN, mulai dari ajudan, pembaca Pembukaan UUD 1945, pembaca teks Proklamasi, pembaca doa, pengibar bendera, dirigen hingga pemimpin barisan.
Keterlibatan berbagai unsur masyarakat tersebut menjadi gambaran bahwa semangat kemerdekaan masih terus dirawat dari lingkungan terkecil.
Malam Puncak Kreativitas dan Pentas Seni
Rangkaian peringatan HUT RI ke-81 di RW 018 nantinya akan ditutup dengan Malam Puncak, Malam Kreativitas dan Pentas Seni, yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 29 Agustus 2026, mulai pukul 20.00 hingga 23.00 WIB.
Berbagai kegiatan telah disiapkan, antara lain lomba kostum grup, lomba kostum mandiri, kreativitas dan seni, karaoke, serta doorprize.
Malam puncak tersebut diharapkan menjadi ruang bagi warga untuk menunjukkan bakat dan kreativitas sekaligus menjadi hiburan setelah seluruh rangkaian kegiatan kemerdekaan berlangsung.
Mengisi Kemerdekaan dari Lingkungan Sendiri
Perayaan HUT RI ke-81 di RW 018 pada akhirnya bukan sekadar tentang meriah atau tidaknya sebuah acara. Di balik upacara, lomba, gapura, wayang kulit dan pentas seni, terdapat pesan yang jauh lebih penting, yaitu bagaimana masyarakat mengisi kemerdekaan dengan membangun lingkungan dan menjaga persatuan.
Perayaan kemerdekaan menjadi sarana untuk meningkatkan rasa cinta tanah air, menumbuhkan semangat perjuangan generasi penerus, memperkuat kebersamaan dalam membangun lingkungan, mempererat tali persaudaraan dan silaturahmi, serta menghadirkan kegiatan positif bagi masyarakat.
Kehadiran pertunjukan wayang kulit dalam malam tasyakuran juga memberikan warna tersendiri. Pesan Ki Bambang Asmoro mengenai bagaimana mengisi kemerdekaan menjadi pengingat bahwa perjuangan para pahlawan tidak boleh berhenti hanya pada cerita sejarah.
Kemerdekaan harus diisi dengan karya, kepedulian, persatuan dan kontribusi nyata.
Dari lingkungan RW 018, semangat tersebut diwujudkan melalui gotong royong warga, kreativitas setiap gang, kegiatan keagamaan, pelestarian budaya, upacara bendera hingga pentas seni.
Sebuah perayaan sederhana dari lingkungan masyarakat, tetapi menyimpan pesan besar: kemerdekaan akan semakin bermakna ketika setiap warga mengambil bagian dalam menjaga persatuan, membangun lingkungan dan meneruskan semangat perjuangan para pahlawan.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Merdeka!
Di bawah kepemimpinan Ketua RW 018, Giyato, kegiatan peringatan HUT RI kembali digelar dengan melibatkan seluruh warga dari RT 001, RT 002 dan RT 003. Rangkaian kegiatan tahun ini diketuai oleh Dwi Riyanto, dengan MC Caredi yang memandu berbagai acara.
Wilayah RT 001 dipimpin oleh Budi Irawan, RT 002 oleh Setyo Budi, dan RT 003 oleh Budi Basuki. Ketiganya turut berperan dalam mengkoordinasikan kegiatan dan partisipasi warga di masing-masing lingkungan.
Hajatan Akbar Warga RW 018
Peringatan HUT RI ke-81 di RW 018 bukan hanya berupa upacara bendera. Sejumlah kegiatan telah disiapkan untuk mengajak seluruh warga mengambil bagian dalam perayaan kemerdekaan.
Rangkaian acara tersebut meliputi Malam Tirakatan/Tasyakuran, Upacara Bendera, Lomba Lingkungan, serta Malam Puncak Kreativitas dan Pentas Seni.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi warga untuk mempererat silaturahmi, membangun kekompakan, serta menumbuhkan semangat gotong royong dalam menjaga dan memperindah lingkungan.
Malam Tasyakuran Diisi Wayang Kulit
Rangkaian kegiatan diawali dengan Malam Tirakatan atau Tasyakuran pada Minggu, 16 Agustus 2026, mulai pukul 20.00 hingga 23.00 WIB.
Acara dibuka oleh Ketua RW 018, Giyato. Setelah pembukaan, warga disuguhkan pertunjukan budaya wayang kulit yang didalangi oleh Ki Bambang Asmoro, S.Sn., M.M.
Pertunjukan wayang tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga membawa pesan mengenai makna kemerdekaan dan bagaimana generasi saat ini seharusnya mengisi kemerdekaan yang telah diperjuangkan dengan penuh pengorbanan oleh para pahlawan.
Pesan tersebut disampaikan Ki Bambang Asmoro melalui lakon dan dialog dalam bahasa Jawa, yang sesekali diselingi dengan bahasa Indonesia. Dengan pendekatan budaya tersebut, pesan tentang perjuangan, nasionalisme dan tanggung jawab generasi penerus disampaikan secara lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.
Pesan utama yang disampaikan adalah bahwa kemerdekaan bukanlah akhir dari perjuangan. Setelah para pahlawan berjuang dan gugur untuk merebut kemerdekaan, tugas generasi penerus adalah menjaga, mengisi dan memanfaatkan kemerdekaan tersebut dengan hal-hal yang positif.
Wayang kulit pun menjadi media untuk menghubungkan nilai-nilai perjuangan masa lalu dengan kehidupan masyarakat saat ini.
Kisah Perjuangan dan Doa Bersama
Setelah pertunjukan wayang kulit, acara dilanjutkan dengan kisah perjuangan yang disampaikan oleh Ustadz Ahmad Jainuri.
Melalui kisah tersebut, warga diajak kembali mengingat perjalanan panjang bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan. Perjuangan para pahlawan yang mengorbankan tenaga, pikiran, harta bahkan nyawa menjadi pengingat agar kemerdekaan tidak sekadar dirayakan secara seremonial.
Acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama. Doa dibacakan oleh Ketua RT 001, Budi Irawan, sebagai bentuk rasa syukur sekaligus penghormatan kepada para pahlawan yang telah gugur dalam perjuangan bangsa.
Suasana malam tasyakuran menjadi semakin khidmat ketika warga bersama-sama memanjatkan doa untuk bangsa Indonesia, para pahlawan, serta keselamatan dan kemajuan masyarakat.
Gotong Royong Warga Terlihat dari Lomba Lingkungan
Semangat kemerdekaan juga diwujudkan melalui Lomba Lingkungan yang digelar mulai 1 hingga 22 Agustus 2026.
Tahun ini, RW 018 menghadirkan konsep yang berbeda. Setiap gang di wilayah RW 018 diberi kesempatan untuk berkreasi dengan membuat dan menghias gapura serta mempercantik lingkungan masing-masing.
Dengan jumlah gang yang mencapai lebih dari 10 lokasi, suasana lingkungan RW 018 pun berubah menjadi semakin semarak.
Pembuatan gapura dimulai sejak 1 Agustus 2026. Warga secara bergotong royong membuat berbagai dekorasi bernuansa kemerdekaan dengan kreativitas masing-masing.
Tidak hanya menilai bentuk dan keindahan gapura, penilaian juga mencakup ketertiban gang, kebersihan, keindahan lingkungan, dekorasi 17-an, serta kreativitas dan keterlibatan warga.
Hasil kreativitas tersebut kemudian melahirkan berbagai bentuk gapura dengan karakter yang berbeda di setiap gang. Masing-masing lingkungan berusaha memberikan tampilan terbaik sekaligus menciptakan suasana yang mampu membangkitkan semangat kemerdekaan.
Penilaian dilakukan secara independen sebelum pelaksanaan malam tirakatan. Tim penilai terdiri atas Yusuf Safii Rukma, Hembang Nugraha, serta mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Bekasi Karawang.
Dana Terkumpul Rp 15.966.000
Kemeriahan kegiatan HUT RI ke-81 di RW 018 juga tidak terlepas dari dukungan masyarakat dan para donatur.
Hingga berita ini diturunkan, dana yang telah terkumpul mencapai Rp 15.966.000. Dana tersebut berasal dari para donatur dan masyarakat sekitar. Jumlah sebesar itu diungkapkan oleh Ghema Ismasari selaku Bendahara acara akbar ini. Dan laporan keuangan selalu diupdate di group WhatsApp Paitia Pitulasan RW 018.
Jumlah tersebut belum termasuk sumbangan berupa material maupun berbagai properti yang digunakan untuk mendukung kegiatan dan perlombaan.
Partisipasi tersebut menunjukkan tingginya kepedulian warga terhadap kegiatan lingkungan. Masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut berkontribusi dalam bentuk tenaga, dana, material, kreativitas maupun gagasan.
Upacara Bendera di Fasum Lapangan Videl Arena
Setelah Malam Tasyakuran, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Upacara Bendera pada Senin, 17 Agustus 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.
Upacara dilaksanakan di Fasum Lapangan Videl Arena RW 018 dan dihadiri oleh warga dari seluruh lingkungan RW 018.
Sejumlah warga dan mahasiswa KKN turut mengambil bagian sebagai petugas upacara. Berdasarkan susunan petugas, Rifky bertugas sebagai perwira upacara, sementara komandan upacara dipercayakan kepada Suhardjo.
Petugas lainnya berasal dari unsur warga dan mahasiswa KKN, mulai dari ajudan, pembaca Pembukaan UUD 1945, pembaca teks Proklamasi, pembaca doa, pengibar bendera, dirigen hingga pemimpin barisan.
Keterlibatan berbagai unsur masyarakat tersebut menjadi gambaran bahwa semangat kemerdekaan masih terus dirawat dari lingkungan terkecil.
Malam Puncak Kreativitas dan Pentas Seni
Rangkaian peringatan HUT RI ke-81 di RW 018 nantinya akan ditutup dengan Malam Puncak, Malam Kreativitas dan Pentas Seni, yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 29 Agustus 2026, mulai pukul 20.00 hingga 23.00 WIB.
Berbagai kegiatan telah disiapkan, antara lain lomba kostum grup, lomba kostum mandiri, kreativitas dan seni, karaoke, serta doorprize.
Malam puncak tersebut diharapkan menjadi ruang bagi warga untuk menunjukkan bakat dan kreativitas sekaligus menjadi hiburan setelah seluruh rangkaian kegiatan kemerdekaan berlangsung.
Mengisi Kemerdekaan dari Lingkungan Sendiri
Perayaan HUT RI ke-81 di RW 018 pada akhirnya bukan sekadar tentang meriah atau tidaknya sebuah acara. Di balik upacara, lomba, gapura, wayang kulit dan pentas seni, terdapat pesan yang jauh lebih penting, yaitu bagaimana masyarakat mengisi kemerdekaan dengan membangun lingkungan dan menjaga persatuan.
Perayaan kemerdekaan menjadi sarana untuk meningkatkan rasa cinta tanah air, menumbuhkan semangat perjuangan generasi penerus, memperkuat kebersamaan dalam membangun lingkungan, mempererat tali persaudaraan dan silaturahmi, serta menghadirkan kegiatan positif bagi masyarakat.
Kehadiran pertunjukan wayang kulit dalam malam tasyakuran juga memberikan warna tersendiri. Pesan Ki Bambang Asmoro mengenai bagaimana mengisi kemerdekaan menjadi pengingat bahwa perjuangan para pahlawan tidak boleh berhenti hanya pada cerita sejarah.
Kemerdekaan harus diisi dengan karya, kepedulian, persatuan dan kontribusi nyata.
Dari lingkungan RW 018, semangat tersebut diwujudkan melalui gotong royong warga, kreativitas setiap gang, kegiatan keagamaan, pelestarian budaya, upacara bendera hingga pentas seni.
Sebuah perayaan sederhana dari lingkungan masyarakat, tetapi menyimpan pesan besar: kemerdekaan akan semakin bermakna ketika setiap warga mengambil bagian dalam menjaga persatuan, membangun lingkungan dan meneruskan semangat perjuangan para pahlawan.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Merdeka!
